2017/10/28

Keluargamu yang Telah Meninggal Akan Menangis Jika Kamu Tak Mau Berbuat Seperti Ini

Tsabit Al Banani adalah orang yang biasa melakukan ziarah kubur setiap malam Jumat. Di sana ia bermunajat dan taqarrub (mendekatkan diri) pada Allah hingga Subuh tiba.

Keluargamu yang Telah Meninggal Akan Menangis Jika Kamu Tak Mau Berbuat Seperti Ini
Ilustrasi


Suatu ketika, Tsabit tertidur saat bermunajat, lalu bermimpi. Di dalam mimpinya ia melihat semua penghuni kubur keluar dari kubur mereka dengan mengenakan pakaian indah. Wajah mereka juga berseri-seri.

Kemudian setiap orang dari mereka mendapat hidangan makanan bermacam- macam. Namun di antara mereka ada juga seorang pemuda yang tampak bersedih.

Wajahnya pucat, rambutnya kumal, pakaiannya jelek, kepalanya tertunduk, serta berlinangan air mata. Ia juga tidak mendapat hidangan seperti penghuni kubur lain.

Setelah itu para penghuni kubur kembali ke dalam kuburnya masing-masing dengan bahagia dan puas, kecuali pemuda itu. Ketika pemuda itu juga hendak kembali ke dalam kuburnya namun dengan penuh kesedihan, duka cita serta putus asa.

Tsabit pun berkata kepadanya, “wahai anak muda, siapakah engkau? Mengapa mereka mendapat hidangan serta kembali ke kubur masing-masing dengan kegembiraan dan kebahagiaan, sedang engkau tidak mendapat hidangan, bahkan engkau kembali dengan kesedihan, duka cita, dan putus-asa?”

“Wahai Imam orang-orang mukmin, aku ini seorang pendatang yang terasing dan tak seorang pun mengingatku, mendoakan, maupun melakukan amal kebaikan karena aku.

Sementara mereka (para penghuni kubur yang lain) mempunyai anak cucu, kerabat serta keluarga yang senantiasa mengingatnya dan mendoakannya, beramal baik dan bersedekah karenanya.
Sehingga setiap malam Jumat selalu datang pada mereka pahala kebaikan dan sedekah dari anak cucu, kerabat serta keluarga mereka. Sebenarnya aku ini orang yang hendak berhaji bersama ibuku. Tapi ketika kami sampai di kota ini, ketetapan Allah (maut) berlaku untukku.

Maka ibuku menguburkanku di tempat ini, kemudian ibu menikah dengan seorang laki-laki sehingga lupa padaku dan tak pernah mengingatku, mendoakanku, maupun mengirimkan pahala sedekah untukku. Sungguh, sepanjang waktu aku berada dalam keputusasaan dan dan kesedihan.”

Tsabit berkata, “wahai anak muda, katakan padaku di mana ibumu tinggal saat ini? Aku akan memberitahunya tentang dirimu dan keadaanmu.”

Pemuda itu menjawab, “wahai imam orang-orang mukmin, sesungguhnya ibuku tinggal di desa sana, rumahnya begini dan begini. Katakan padanya semua tentang diriku. Seandainya ia tidak memberi sedekah padamu maka katakan, ‘sesungguhnya di dalam kantongmu terdapat seratus keping uang perak warisan suami pertamamu. Sedangkan yang berhak memiliki uang itu adalah anakmu yang sudah meninggal dan terasing. Maka sedekahkanlah kepadaku apa yang seharusnya menjadi haknya.’”

Ketika terbangun dari tidur, Tsabit segera pergi mencari ibu si pemuda yang ditemuinya dalam mimpi itu.

Setelah bertemu ibu pemuda itu, Tsabit mengatakan tentang semua yang dialami anaknya, juga mengatakan tentang seratus keping uang perak yang menjadi hak anaknya, yang kini ia simpan.

Mendengar semua yang dikatakan Tsabit, perempuan itu jatuh pingsan karena sedih dan sesal yang amat dalam. Ketika siuman, perempuan itu segera menyerahkan seratus keping uang perak sembari berkata, “aku pasarahkan padamu sedekah seratus keping ini demi anakku yang terasing.”

Maka Tsabit pun menerima uang itu, kemudian menyedekahkan semuanya demi si pemuda yang ia temui di dalam mimpinya.

Seperti biasa, malam Jumat berikutnya, Tsabit melakukan ziarah kubur lagi. Ia kembali ketiduran saat munajat, hingga bermimpi seperti kemarin. Hanya saja pemuda yang kemarin ia temui dalam mimpi itu kini mengenakan pakaian bagus dan wajahnya berbinar-binar. Ia tampak bahagia.

Pemuda itu berkata pada, “wahai Imam orang-orang mukmin, semoga Allah membelas-kasihanimu sebagaimana engkau telah membelas- kasihani aku.”

Dari hikayat tersebut, nampak bahwasannya orang yang sudah meninggal merasakan kesedihan bilamana keluarganya yang masih hidup melakukan kejelekan atau tak beramal kebaikan.

Sebaliknya jika keluarganya melakukan amal-amal kebaikan, maka orang yang sudah meninggal akan merasakan kebahagiaan, karena mendapat bagian dari pahala mereka, tanpa sedikit pun terkurangi hitungan pahala milik mereka. [abatasa]

2015/01/07

PENGENALAN MODEL DATA DALAM BAHASA PEMOGRAMAN C++

PENGENALAN MODEL DATA DALAM BAHASA PEMOGRAMAN C++
.

Dalam pemograman C++ memiliki 7 tipe data dasar dan 3 tipe tambahan diantaranya:

1.  7 tipe data dasar


tipe data
ukuran memori
jangkauan nilai
jumlah digit


char
1 byte
-128 s/d 127


int
2 byte
-32768 s/d 32767


short
2 byte
-32768 s/d 32767


long
4 byte
-2,147,435,648 s.d 2,147,435,647


float
4 byte
3.4 x 10-38 s.d 3.4 x 10+38
5 - 7

double
8 byte
1.7 x 10-308 s.d 1.7 x 10+308
15 - 16

long double
10 byte
3.4 x 10-4932 s.d 1.1 x 10+4932
19

 
2. 3 tipe tambahan


tipe data
ukuran memori
jangkauan nilai


Unsigned Integer
2 byte
0 - 65535

Unsigned Character
1 byte
0 - 255

Unsigned Long Integer
2 byte
-32768 s/d 32767


penjelasan dari tabel diatas :
jika kita ingin input suatu data berupa karakter maka kita harus bisa menggunakan type data char
contoh:

char nama[20];

jika kita ingin input data berupa angka yang akan mengalami proses perhitungan , maka kita bisa menggunakan type data int
contoh: 

int nilai;

jika ingin tau penjelasan dari tipe varibel klik disini VARIABEL DAN KONSTANTA

2014/06/23

MENGENAL STRUKTUR DALAM BAHASA PEMOGRAMAN C++

Assalamualaikum ,, udah lama nih ane gak nge blog sob,, kali ini ane mulai tertarik lagi ngeblog niih,, kali ini ane mau sharing hasil belajar ane di kampus,,

ok kali ini ane mau sharing tentang bahasa pemoraman C++ nih sob
langsung aja ya sob ,jangan terlalu banyak basa-basi!! hehe

MENGENAL STRUKTUR DALAM BAHASA PEMOGRAMAN C++
  Salah stu konsep yang paling penting dalam bahasa pemograman C++ adalah Struktur, Strukturr merupakan bentuk susunan dari suatu program yang di buat. 
perhatikan contoh program berikut:

Contoh:
#include <stdio.h>
main()
{
printf(“Belajar Bahasa C++”);
}

coba kalian copy paste program ini ke program C++ kalian

kesimpulan dari program diatas:

Program C++ tidak dapat dipisahkan dari fungsi karena fungsi adalah salah satu dasar penyusun blok pada C++. Sebuah program C++ minimal mengandung sebuah fungsi yaitu fungsi main().
Fungsi ini menjadi awal dan akhir eksekusi program C++. main adalah nama judul fungsi. Dimulai dari tanda { sampai dengan } disebut tubuh fungsi, atau semua yang terletak didalam tanda {} disebut blok.
Tanda () digunakan untuk mengapit argumen fungsi, yaitu nilai yang akan dilewatkan ke fungsi.


OK Sob pembahasan selanjutnya tentang type data silahkan klik PENGENALAN TYPE DATA

2013/03/23

biantara



TEKS BIANTARA DINA ACARA MIELING HARI PAHLAWAN


Assalamualaikum wr. Wb

Alhamdulillahirabbilalamin washolatuwassalamualaasropilambiyai walmursaliin waala alihi washohbihi ajmain,,

Kepala desa sirnajaya anu kusimkuring dipikahormat,
Para kiai anu kusimkuring dipikahormat,
Kepala Rw 03 anu kusimkuring dipikahormat,
Bapak – bapak ibu – ibu anu kusimkuring dipikahormat, sareng
Para pemuda pemudina nukusimkuring dipikahormat,

Tipayun mangga urang sami-sami panjatkeun puji sareng syukur ka hadirat Allah SWT. Anu atos maparin rahmat sareung hidayahna kaurang sadaya nu mana dina kasempatan ieu urang sadaya tiasa ngumpul dina kaayaan sehat wal’afiat.
Shalawat miwah salam mugi tetep dilimpahkeun ka jungjungan urang sadaya Nabi Muhammad SAW, teu hilaf ka kulawargana, sahabatna, oge ka urang sadaya salaku umatna anu Insya Allah taat kana ajarannana, Amin ya robbal alamin.
Hadirin sadaya anu kusimkuring dipihormat,
Agama islam mangrupa agama anu sampurna, pituduh hirup umat manusadi alam dunya sagemblengna, agama allah anu mere tuduh jalan keur kaghirupan manusa keur dialam dunya anu alus serta sakaligus keur ngahontal kabagiaan hirup dialam akherat anu langgeng bari menang karidhoan pangeran. Salasahiji pituduh ajaran islam nyaeta ngeunaan hubungan manusa jeung sasama hususna jeung sasamam mu’min. Dauh rosul hubungan hade papada umat mu’min teh ibarat jasad urang, dimana anggota badan gering atawa keuna ku kasakit mangka sakabeh anggota badan heunteu cicing tapi ngusahakeun sangkan panyakit cageur.
Hadirin sadaya anu kusimkuring dipihormat,
Alhamdulillah ku pitulung tur hidayah allah swt urang sadaya umatb Islam di Indonesiadina ngalaksanakeun perjuangan ngeusi kamerdekaan ku urang kasaksian ayana kamajuan bari mawa kaberkahan, urang sadaya perlu sadar yen sabenerna saupama urang ngalengkahkeun suku dina medan joang tinangtu moal luput tina pangorbanan, boh korban harta banda, korban tanaga jeung pikiran atawa nepika korban nyawa pisan. Memang sabenerna teu aya perjuangan anu teu merlukeun pangorbanan. Anu disebut pahlawanteh nyaeta anu rela korban dina ngalaksanakeun tugas tur ngahontal cita-cita anu mulya.
Tanggal 10 November dijadikeun hiji poe pangeling eling kana jasa-jasa para pahlawan, sabab poean harita teh kajadiana begalan pati anu pohara rongkahna, mangrupapuncak pangorbanan bangsa indonesia dina ngbela lemah cai, ngabela nagara jeung bangsa tina panandasan pajajah.
Urangt mieling kana hari pahlawan sakaligus urang inget kana harti eta kajadian, nyakitu deui kana kawajiban urang gesan ngamumule amanatna para pahlawan, ajaran Islam ngawajibkeun kapara panganutna sangkan ngalaksanakeun amar ma’ruf nahyi munkar ges mere sumanget joang keur ngalawan kadoliman.
Hadirin sadaya anu kusimkuring dipihormat,
Pyus pisan urang anu ngarasakeun sagala kani’matan mangrupa rahmat ti Allah swt ieu, nembrakeun rasa syukur dina wujud amal jeung pangabdian ku rupa – rupa kagiatan jeung tingkah laku.
Hayu dina raraga mieling harib pahlawan ieu urang tingkatkeun kasatuan jeung persatuan urang supaya nagara anu ku urang di cintai ieu sangkan bisa aman jeung tentrem salawasna,, amiin
Hadirin rohimakumullah
Mung sakitu nu tiasa kusimkuring disampekeun dina kasempetan ieu, mudah-mudahan aya manfaatna pikeun urang bararea, deuih bilih aya kasalahan sareung kakuranganana simkuring nyuhunkeun dihapunteun nu mana kasalahan mah milik abdi sareng kaleuwihan mah datang ti Allah SWT.
Wabilahitaufik walhidayah wassalamu’alaikum wr.wb

2013/02/21

naskah drama korupsi yang diperankan oleh 7 orang

kisah anak koruptor

                      Kisah Anak Koruptor

Sifat Tokoh
Wiguna                 : setia kawan, suka mengejek, sedikit nakal.
Polisi                      : tegas, jujur, menuruti perintah atasan.
Ita                           : mendukung yang kuat & merendahkan yang lemah, tidak setia
                               kawan namun dapat diandalkan, agak cerewet, suka memprovokator.
Bram                     : baik hati, suka menolong, penyayang, ramah, suka sama Rapunzel.
Rapunzel              : baik hati, rendah hati, suka sama Bram.
Pak Antarisa       : sedikit sombong namun ayah yang baik dan murah hati.
Broto                     : berandal, pikirannya di bawah minum-minuman keras, pecandu
                                 narkoba.
Bu Almeida         : bijaksana, penyabar, penyayang, pekerja keras, tak mudah putus asa.
Astria                    : mudah putus asa, cemburuan, iri hati, nekat.



     Pentas menggambarkan ruang tamu yang mewah milik keluarga Azarenka. Terdapat sebuah sofa panjang berwarna coklat yang berhadapan dengan TV layar lebar. Kemudian disamping TV terdapat pintu kayu berukir.
Pak Antarisa: Anak-anak, ayah datang bawa oleh-oleh. Siapa yang mau ?”
Astria : Aku! Aku!
Rapunzel : Aku juga ya, pi.
Bu Almeida : Tidak usah berebut, semua pasti dapat.
Rapunzel : Aku sandal yang ini ya!
Astria : Nggak boleh, itu punyaku! Yang kecil kan harus ngalah sama yang
gede. (sambil menarik sandal dari Rapunzel)

Rapunzel : Tapi kan aku yang duluan, kak.
Tiba-tiba pintu diketuk dan Ibu Almeida membukakan pintu
Polisi : Permisi, apa betul ini rumah Bapak Antarisa Azarenka?
Bu Almeida : Iya betul, ada apa ya?
Polisi : Kami dari Kepolisian Ciung Wanara, bisa bertemu dengan Bapak
Antarisa?
Pak Antarisa : Ada apa ya datang ke sini? Apa ada kasus korupsi yang harus saya
tangani lagi?
Polisi : Maaf pak, tapi sepertinya kali ini bapak terdakwanya. Kami
mendapat surat untuk menangkap Bapak atas tuduhan korupsi.
Bu Almeida :Tidak mungkin! Papi tidak mungkin korupsi! Papi kan orang
yang baik. Benar kan , pi?
Pak Antarisa : Benar pak! Tidak mungkin saya berbuat seperti ini! Saya kan ketua
KPK. Ini pasti fitnah! Siapa sih orang yang tega berbuat seperti ini?

Rapunzel : (tiba-tiba berbicara) Ada apa, mi? Kenapa ada polisi?
Polisi : (sambil menarik Pak Antarisa) Maaf bu, waktu kami tidak banyak.
Mohon Bapak Antarisa ikut kami.

Bu Almeida : Papi!!!
Rapunzel : Mi, kenapa papi dibawa-bawa sama polisi? Papi kenapa mi? Papi
nggak terlibat kejahatan kan?

Pak Antarisa : Tenang, tenang. Mami, Rapunzel, Astria, jaga diri baik-baik ya.
Mungkin papi cuma akan menjalani beberapa pemeriksaan gara-
gara ada yang memfitnah papi. Tapi papa tidak benar-benar
melakukan itu. Kalian harus percaya sama papi. Jangan sedih ya.
Bu Almeida : (sambil terisak) cepat pulang ya pi.
Polisi : Baik, permisi bu. Oh ya, rumah ini juga akan disegel. Jadi tolong
Ibu dan keluarga cepat berkemas. (keluar bersama Pak Antarisa)
Rapunzel : Papi! Papi! Jangan bawa papi!
Astria : Jadi papi itu koruptor? Ternyata…
Bu Almeida : Astria, mami yakin papi nggak mungkin berbuat begitu. Ayo,
sekarang kita cepat berkemas-kemas lalu kita pindah.
Rapunzel : Tapi kita mau pindah kemana, mi? Kita kan nggak punya rumah
lain.
Bu Almeida : Rumah kontrakan dekat sekolah kalian. Syukurlah mami masih
punya banyak tabungan di bank.
………………………………………………………………………………………
Berita tentang Pak Antarisa Azarenka cepat menyebar bahkan sampai ke sekolah anak-anaknya.
Pentas menggambarkan gerbang sekolah Lavontainne yang berwarna merah muda.
Bu Almeida : Rapunzel, Astria, kalian hati-hati di sekolah ya. Kalau teman kalian
bilang yang tidak-tidak, tidak usah dipedulikan.
Rapunzel : (sambil berjalan memasuki gerbang) Iya, mi.
Ita : Eh, ada anak koruptor lewat. Kok masih berani-beraninya aja sih
muncul di sini.
Astria : Ta, kamu kan temenku. Kok tega-teganya sih kamu bilang kayak
gitu ke aku.
Ita : Lo, temenku kan Astria anak ketua KPK yang memberantas korupsi.
Bukan Astria anak koruptor yang merugikan negara.
Astria : Aku nggak nyangka kalau kamu bisa sejahat itu, Ta!
Rapunzel : (sambil menunduk dan melewati Ita) sudah biarkan saja, kak
Ita : (mengejek) Anak koruptor, anak koruptor!
Bram : Pagi Rapunzel, Astria.
Rapunzel : Pagi, Kak Bram
Astria : Eh Bram, kok kamu nggak musuhin kita sih?
Bram : Kenapa aku harus musuhin kalian?
Astri : Lo, kamu belum denger kabarnya ya? Papi kita berdua kan koruptor.
Bram : Kalau bapaknya koruptor belum tentu anaknya jahat juga kan?
Tiba-tiba bel berbunyi
Rapunzel : Eh Kak Bram, Kak Astria, udah bel ni. Aku masuk dulu ya.
Wiguna : (sambil menarik Bram) We, ngapain kamu ngomong sama 2 anak
koruptor itu?

Bram : Lo, terserah aku dong mau ngomong sama siapa. Mulut-mulut aku. Oh
ya Wi, kamu kan sahabat aku. Jadi aku boleh minta pendapat kamu
nggak? Menurut kamu Rapunzel itu gimana?

Wiguna : Pendapat aku tentang dia, dia itu anak koruptor, koruptor dan koruptor!
Bram : Lo, kamu kok gitu sih?
Wiguna : Emang kenyataannya kayak gitu kan? Lagian ini kan mulut aku, jadi
terserah aku dong mau ngomong apa. Eh udah yuk, daripada kita
berantem gara-gara anak koruptor itu mendingan kita masuk kelas aja.
Nanti dimarahin sama Bu Karmani lo.
………………………………………………………………………………………
Pentas menggambarkan ruangan kelas 8A, kelas Astria. Terdapat 20 bangku yang berhadapan dengan papan tulis, sebuah lemari dan pintu.
Ita : Eh anak koruptor udah masuk kelas nih.
Astria : (menunduk ke bawah dengan wajah cemberut)
Selama pelajaran Astria selalu dimaki-maki sampai guru pun tidak mau memperdulikannya
………………………………………………………………………………………
Pentas menggambarkan jam istirahat di halaman sekolah. Terdapat sebuah bangku panjang di bawah pohon.
Astria : Aku udah nggak tahan lagi! Papi udah membuat image ku di hadapan
temen-temen hancur! Aku benci sama papi!
Rapunzel : Kakak nggak boleh kayak gitu lo, bagaimanapun juga dia kan papi kita.
Astria : Pokoknya mulai sekarang aku mau pergi dari rumah aja! Aku juga
nggak mau sekolah lagi! Aku malu punya papi kayak gitu! (sambil
pergi keluar sekolah dengan langkah panjang-panjang)

Di depan gerbang sekolah
Bram : (tiba-tiba menabrak Astria) Aduh, kamu mau kemana, As? Kok buru-
buru banget?
Astria : Aku udah nggak tahan lagi di sini. Aku mau pergi aja! (lalu pergi)
Bram : Kakakkmu kenapa , Ra?
Rapunzel: (baru datang) Nggak tau, kayaknya dia nggak kuat nahan cobaan ini.
Bram : (sambil menepuk pundak Rapunzel) Kamu yang sabar ya, Ra.
Rapunzel: Iya, makasih banyak ya.
………………………………………………………………………………………
Pentas menggambarkan rumah kontrakan keluarga Azarenka yang sederhana
Rapunzel : Aku pulang, Mi.
Bu Almeida: Rapunzel, kok kamu pulang sendiri. Kakak kamu mana?
Rapunzel : Lo, tadi kakak bolos di sekolah. Aku kira dia udah pulang duluan.
Bu Almeida : (sambil menutup muka)Ya Tuhan, Astria. Kemana kamu, nak?
Rapunzel : Mami tenang aja, Kak Astria kan udah sering kayak gitu kalau
ngambek. Pasti bentar lagi dia bakalan balik lagi.
Bu Almeida: Ya sudah, Rapunzel, kamu ganti baju terus makan dulu ya.
………………………………………………………………………………………
Pentas menggambarkan sebuah kamar kos berukuran 3x5m dekat SMP Lavontainne. Hanya terdapat sebuah kasur dan lemari kayu. Di lantainya banyak berserakan botol bir, bekas rokok dan kulit kacang.
Astria : (tiba-tiba datang) We bro, pa kabar?
Broto : We, tumben kesini. Pasti ada udang di balik batu. Oh ya, katanya papamu
tersangkut kasus korupsi ya?
Astria : Aduh, jangan diinget-inget lagi. Aku udah nggak nganggep dia sebagai
papiku lagi. Dia udah ngancurin mukaku di depan semua orang!
Broto : Trus, kamu ngapain di sini?
Astria : Bagi rokoknya dulu dong. Oh ya, katanya kamu punya barang yang bisa
buat orang ngelupain segala-galanya ya.
Broto : (sambil memberikan rokok) Emang. Kamu mau? Tapi harganya mahal lo.
Astria : Nggak apa deh, berapapun bakalan aku beli supaya bisa ngelupain semua
masalahku. Tapi aku ngutang dulu ya soalnya aku lagi bokek ni.
Broto : Ok, bos. Ni barangnya, tapi inget bayarannya ya.
Astria : Thank you, Bro.
………………………………………………………………………………………
Keesokan harinya sepulang sekolah di trotoar dekat SMP Lavontainne.
Bram : Kenapa Ra, kok keliatannya dari tadi cemas gitu?
Rapunzel : Kakakku belum pulang dari kemarin, dia juga nggak sekolah hari ini.
Aku takut dia kenapa-napa, apalagi mami benar-benar
mengkhawatirkan dia.

Bram : Tenang aja ya, Ra. Astria pasti ketemu. Dulu dia juga pernah kabur
kayak gini kan? Terus dua hari kemudian dia balik sendiri.
Rapunzel : Iya sih, tapi kan tetep aja khawatir.
Bram : Oh ya Ra, aku boleh ngomong sesuatu nggak?
Rapunzel : Apa, kak?
Bram : Mmm…Gini, sebenernya…sebenernya dari dulu aku udah suka sama
kamu. Kamu mau nggak jadi pacar aku?
Rapunzel : Ah? Hhm…sebenernya aku juga suka sama kakak.
Bram : Jadi…
Rapunzel : Ya, aku mau jadi pacar kakak.
Astria : (tiba-tiba datang) Hay semuanya, kalian lagi ngapain nih? Kayaknya
seru banget.
Rapunzel : Ya ampun Kak Astria, kakak dari mana aja? Aku sama mami sampai
khawatir gara-gara kakak.
Astria : Ah, lebay banget sih. Biasain aja lagi, kayak aku nggak pernah pergi
dari rumah aja. Lagipula aku pergi kan nggak sampai satu tahun.
Rapunzel : O ya kak, aku punya kabar baik lo. Aku sama Bram baru aja jadian.
Astri : Hah? Aku nggak salah denger kan? (diam sebentar lalu pergi)
Rapunzel : Kak! Kak Astria!
Bram : Kakakmu kenapa, Ra?
Rapunzel : Nggak tahu.
Bram : Eh Ra, aku pulang dulu ya, aku udah dijemput nih.
Rapunzel : Oh ya, hati-hati di jalan ya.
………………………………………………………………………………………Pentas menggambarkan kamar Astria yang sederhana. Terdapat sebuah dipan serta sebuah lemari dan meja dengan buah-buahan di atasnya.
Astria : (sambil tiduran dan menangis) Kenapa hidupku seperti ini. Papaku
terlibat kasus korupsi, gak ada yang mau temenan sama aku dan
sekarang …satu-satunya orang yang aku cintai pacaran sama adikku.
Kurang apa lagi penderitaanku ini? (mengambil sebuah pisau) Nggak
ada lagi gunanya aku hidup di dunia ini. Lebih baik aku mati saja!

Bu Almeida: (membuka pintu) Astria jangan! (membuang pisau yang dibawa
Astria) Astria, kamu apa-apaan sih? Mami tahu kamu sedih tapi
bukan begini caranya! Ini sama sekali nggak menyelesaikan masalah!
Kamu masih muda, belum menikah, masih banyak yang bisa kamu
lakukan.
Rapunzel : (tiba-tiba datang) Ada apa, Mi?
Bu Almeida: Kamu harus kuat ya, Rapunzel. (melihat jam) Ya ampun, sudah jam
2, mami harus ke persidangan papi. Kalian berdua baik-baik di
rumah ya. (keluar dari kamar Astria diikuti Rapunzel)
Astria : Bener juga kata mami, aku masih muda, belum nikah. Tapi aku mau
nikah sama siapa? Orang yang aku cintai aja udah diambil sama
adikku. Ah, daripada bunuh diri, gimana kalau aku bunuh Rapunzel
aja. Setelah dia mati aku bakalan bisa dapetin Bram. Hahaha.
(mengambil racun tikus lalu menuju ke dapur)
………………………………………………………………………………………
Pentas menggambarkan ruang tamu yang sederhana di rumah kontrakan milik keluarga Azarenka. Terdapat sebuah sofa motif bunga-bunga yang sudah agak usang dan sebuah meja kayu dengan vas bunga di atasnya.

Astria : (membawa dua cangkir teh) Eh, ada Bram. Kebetulan banget nih aku buat
minuman. Buat kalian berdua aja ya. (menaruh cangkir teh di atas meja)
Bram : Makasih, Stri. (lalu meminum teh dan melanjutkan mengobrol dengan
Rapunzel sementara Astria masuk ke kamar)
………………………………………………………………………………………
15 menit kemudian
Bram : Ra, kok aku pusing ya. Aduh (terjatuh lalu pingsan)
Rapunzel : Kak Bram, kakak kenapa? Tolong! Tolong!
Ita : Lo, suara ribut-ribut apa itu dari rumah si koruptor? (masuk ke dalam
rumah) Ya ampun, apa yang terjadi sama Bram? Kamu pasti ngeracunin
dia kan anak koruptor?
Astria : (keluar dari kamar) Aduh, kok Bram sih yang keracunan? Harusnya
kan kamu?
Rapunzel : Jadi kakak yang ngeracunin dia?
Ita : Sudah, sudah. Jangan berdebat sekarang, kita harus cepat bawa Bram
ke rumah sakit.
………………………………………………………………………………………
Pentas menggambarkan sebuah kamar di sebuah rumah sakit. Terdapat sebuah tempat tidur tempat Bram berbaring dengan sebuah kursi lipat di sampingnya.
Rapunzel : Kak Bram udah nggak apa-apa kan?
Bram : Sekarang aku udah nggak apa-apa karena sudah melewati masa kritis
dan racunnya juga sudah keluar. Syukurlah aku masih bisa selamat
karena segera dibawa kesini.
Ita : Siapa dulu dong yang bawa. Kalau seandainya aku nggak lewat rumah
kalian, nggak tahu deh nasib Bram bakalan jadi kayak gimana.
Bram : Iya, makasih ya, ta.
Wiguna : Oh ya Bram, kok kamu bisa sampai kayak begini sih? Siapa yang tega-
teganya ngeracunin kamu?
Astria : (Tiba-tiba mendesak dan menangis disamping Bram) Maaf aku sudah
ngeracunin kamu, tapi aku nggak bermaksud begitu. Awalnya aku ingin
ngeracunin Rapunzel karena aku cemburu dia pacaran sama kamu. Tapi
justru kamu yang kena, maaf banget ya Bram. Maaf juga ya Rapunzel
karena aku telah mencoba untuk ngeracunin kamu.
Rapunzel: Nggak apa-apa kok kak, yang penting sekarang semuanya kan selamat
dan bisa berkumpul dengan damai. Cuma… masih kurang satu lagi
Ita : Siapa itu?
Pak Antarisa&Ibu Almeida: Rapunzel, Astria papi dan mamai pulang!
Pak Antarisa : Papi terbukti nggak bersalah karena rekaman kaset dari kepolisian.
Ibu Almeida : Ya, betul. Kita juga mendapatkan rumah kita kembali.
Ita : Oh, jadi begitu. Rapunzel, Astria, maafin aku ya soalnya aku udah
ngejek kalian. Kamu masih mau jadi temenku lagi kan, Stri?
Astria : Pasti!
Wiguna : Aku juga minta maaf ya.
Ibu Almeida: Nah, sekarang semuanya sudah lengkap. Gimana kalau kita buat
pesta.
Semuanya : Ayo!